Toko Handphone Off Line Sepi Akibat Perubahan Pola Belanja Konsumen ?

Toko Handphone Off Line Sepi Akibat Perubahan Pola Belanja Konsumen ?

Toko Handphone Off Line Sepi Akibat Perubahan Pola Belanja Konsumen ? РMasuk di salah satu mall di area kota bekasi tempat penjualan handphone dan laptop, terlihat suasana sepi pengunjung. Tidak seperti beberapa tahun lalu dimana counter-counter ramai disinggahi pengunjung. Ironisnya pemandangan yang saya lihat counter-counter di mal begitu lengang alias sepi pembeli. Para sales counter tampak merayu orang yang sesekali lewat untuk mampir ke tokonya untuk melihat dan sekedar bertanya-tanya dulu.

Salah satu penjual handphone Joni, menyatakan sejak awal tahun penjualan mulai lesu. Bahkan terkadang tidak ada satupun pembeli hingga toko tutup.”Dalam sehari kadang ada yang nggak beli, pernah sampai 3 hari berturut turut,” katanya. Saat ini hampir semua berita di media juga menyampaikan kondisi ditahun ini untuk penjualan handphone menurun dibanding tahun sebelumnya. Info dari detik.com menyebutkan bahwa kebanyakan omzet di toko hp konvensional tahun ini hingga pertengahan tahun turun sekitar 30-50%. Tahun lalu, rata-rata per bulan bisa mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 100 juta. Tapi kini, hanya mampu mengumpulkan di bawah Rp 50 juta.

Toko Handphone Off Line Sepi Akibat Perubahan Pola Belanja Konsumen ?

Menurut Konsultan Marketing alias Founder and Chair MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya di detik.com menyampaikan persaingan di pasar smartphone terlalu ketat. Ini membuat konsumen bingung.”Persaingan smartphone sendiri terlalu ketat sehingga konsumen jadi bingung tentang the real value dari masing-masing produk,” katanya kepada detikFinance.

Apalagi pengembangan produk (product development) dari perangkat smartphone ini terlalu cepat. Ketimbang buru-buru beli handphone baru, konsumen lebih memilih menunggu handphone keluaran terbaru yang jauh lebih baik. Penetrasi smartphone sendiri menurutnya juga sudah besar hingga ke level bawah. Dengan kata lain, setiap orang sudah memiliki handphone. Hal ini berpengaruh turunnya jumlah konsumen.

Hermawan Kartajaya menyampaikan beberapa hal yang mesti dilakukan agar para penjual handphone di toko offline tak kehilangan pembeli.Pertama, yang bisa dilakukan adalah mengintegrasikan antara toko offline dan toko online. Hal ini membuat konsumen memiliki pilihan apakah harus datang langsung ke toko atau hanya perlu lewat online.”Ya harus pakai OMNI Marketing Strategy, mengintegrasikan online dan offline untuk menciptakan pengalaman belanja yang mulus,” katanya di detikFinance.Kedua, penjual juga harus benar-benar mengetahui media yang tepat dalam menarik minat calon pembeli. Pasalnya saat ini sulit mendapatkan perhatian dari konsumen agar mau membeli produk.Ketiga, penjual harus mampu memberikan tawaran yang menarik bagi calon pembeli, serta mampu menjelaskan secara baik mengenai keunggulan produk yang dijualnya, dalam hal ini smartphone.Keempat, penjual handphone juga harus memberi kemudahan ke calon konsumen untuk mencoba perangkat handphone yang akan dibeli.

Penulis menyimpulkan dari keseluruhan alasan sepinya pengunjung di toko Handphone dan laptop off line adalah karena saat ini maraknya penjualan via on line yang nota bene bisa memangkas biaya seperti karyawan, sewa kios, penyimpanan barang dll sehingga harga bisa ditekan jauh dari toko konvensional(off line). Strategi konsultan marketer yang utama tetap dengan melakukan penjualan via on line disamping off line dengan ditambah dengan strategi pemasaran lain yang berjalan sejak dulu yaitu media yang dipakai utk promosi, cara komunikasi marketing yang dipakai untuk menarik pembeli, dan juga diberi kemudahan untuk mencoba menggunakan perangkat HP yang rencana akan dibeli sehingga bisa memaksimalkan kepuasan pelanggan.

BACA JUGA : ANGKOT MODERN BISAKAH BERSAING DENGAN ARMADA ON LINE ?