Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal

Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal

Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal – Anda tentu kenal siapa Jeff Bezos ? Ya dia merupakan orang Terkaya di Dunia versi Forbes tahun 2019 ini. Kekayaan Jezz Bezos dan Amazon nya mencapai US$ 131 miliar (Rp 1.830 triliun). Suatu angka yang fantastis, mengalahkan Bill Gates dan Microsoft nya yang memiliki kekayaan US$ 96,5 miliar (Rp 1,350 triliun).

Kakeknya Sumber Inspirasi Jeff Muda

Bezos dilahirkan di Albuquerque, New Mexico pada tahun 1964. Ibunya masih seorang remaja ketika melahirkan dirinya. Pernikahannya dengan ayah Bezos berusia sangat pendek, ibunya menikah kembali ketika Bezos berusia 4 tahun. Kakeknya dari pihak ibu yang memiliki peternakan besar adalah direktur wilayah Komisi Energi Atom dan memberikan pengaruh yang sangat besar pada Jeff Muda.

Bezos dikenal cerdas sejak kanak-kanak dengan bakat khusus pada sains dan menunjukan bakat penemu yang hebat sejak usia dini. Dia memenangkan penghargaan sains dan melanjutkan studi di Universitas Princeton. Disana dia mulai mempelajari fisika, tetapi kemudian berganti ke bidang komputer, dan akhirnya mengambil gelar kesarjanaan di bidang komputer dan teknik elektro.

Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal

Bezos Menemukan Buku Sebagai Temuan Bisnis Yang Paling Baik

Setelah lulus pada 1986, Bezos bekerja dibidang keuangan. Dia diperkerjakan di beberapa Firma Wall Street, tempat ilmu komputer sedang menjadi tren sebagai alat untuk memprediksi tren pasar saham. Pada tahun 1994 dia sedang bekerja di DE Shaw ketika menemukan momen “eureka” nya, yakni jumlah pengguna internet tumbuh lebih dari 2.300 persen per tahun.

Bezos yang terkenal hati-hati dan sistematis, meneliti 20 pemesanan pos dengan tingkat bisnis tertinggi untuk melihat mana yang bekerja paling baik dalam media baru itu. Dia menemukan buku karena buku adalah pilihan alami pemesanan pos. Tetapi ada satu masalah, katalog pemesanan pos untuk buku akan sangat besar, berarti internet yang baru lahir dapat memberikan keuggulan yang signfikan. Namun semua nya masih hipotesis. Saat itu, e-commerce belum benar-benar eksis, bahkan baru sedikit orang yang memiliki e-mail.

Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal

Meneruskan ketekunan dan kerja kerasnya, pelabuhan Bezos berikutnya adalah konvensi American Bookseller di Los Angeles. Disana dia menemukan bahwa penjual buku grosiran memiliki daftar elektronik dari buku-buku mereka. Keyakinannya bahwa penjualan buku dapat dilakukan secar online semakin tumbuh.

Unique Selling Proposition pertamanya cukup jelas, sebuah toko online mampu menawarkan variasi yang lebih beragam ketimbang toko buku yang mengharuskan stok tersimpan secara fisik di rak. Lebih dari itu , buku merupakan produk yang bagus untuk dijual secara online karena rasio Weight to Value mereka mengartikan bahwa pengiriman tidak menjadi masalah, barang-barangnya tidak mudah hancur, dan orang-orang bersedia menunggu beberapa hari sampai barangnya datang. Terlebih lagi, banyak orang yang tinggal cukup jauh dari toko buku yang lengkap, khususnya di AS. Bagi mereka toko buku Online akan menjadi seperti berkah dari Tuhan.

Jeff Bezos dan Amazon dimulai di sebuah Garasi Rumah

Namun Bezos tidak dapat mengajak para atasannya sehingga dia akhirnya memutuskan menjalankan bisnis terjun langsung bersama istrinya. Dia membuat sebuah rencana bisnis dan pada tahun 1994 mendirikan Amazon.com, dengan keluarga dan teman-teman sebagai investor pertama. Amazon lahir di garasi sebuah rumah dua kamar di Seattle. Kota ini dipilih karena begitu banyaknya orang-orang berkemampuan komputer. Nick Hanauer, seorang pebisnis Seattle dan investor “luar” pertama Amazon, yang menempatkan 40 ribu dollar ke dalam embrio perusahaan ini, yakin dengan keunggulan-keunggulan Amazon, pada puncak ledakan dotcom, investasinya bernilai $250 juta.

Membuka Toko Buku Online hingga IPO

Setelah menguji situsnya di komputer-komputer temannya dan yakin situsnya bekerja sebagaimana mestinya, maka pada Juli 1995 Bezos meluncurkan toko buku online miliknya. Pada tahun 1997, perusahaan mendapatkan $54 juta dari IPO (Initial Public Offering) yang mereka lakukan. Pada Oktober tahun tersebut juga perusahaan memenuhi pesanan ke satu jutanya. Untuk mendapatkan publisitas, Bezos mengantarkan pesanan tersebut ke Jepang. Namun penentangnya menilai dengan kurang baik, yakin berapa besar kerugian perusahaan. Bezos selalu mengatakan bahwa pertumbuhan awal lebih penting daripada keuntungan dan dia memang sadar bakal kehilangan sejumlah uang. Namun strategi ini dipertanyakan kala dketahui jumlah uang yang hilang.

Jeff Bezos dan Amazon Yang Mampu Bertahan disaat Yang Lain Gagal

Diversifikasi Mulai Dilakukan Jeff dan Amazon

Jeff dan Amazon mulai melakukan diversifikasi pada tahun 1998 dengan membuka toko musik, pada tahun 1999 masuk ke dalam kategori barang elektronik dan pakaian. Amazon juga mulai melihat keluar AS pada 1998, merambah Jerman dan Inggris. Penjualan meledak pada 1999, penjualan perusahaan mencapai $1,6 miliar. Kinerja perusahaan tampak sangat baik.

Namun di sisi lain, situasinya tidak terlalu cerah. Per November 1999, total kerugian mencapai setengah miliar dollar, dan tetap saja Bezos mengingatkan untuk tidak terburu-buru mengejar keuntungan. Keterpurukan amazon berlanjut, bahkan pada tahun 2001 mengatakan akan mengurangi pekerjanya, namun Bezos tetap tenang.

Jeff Bezos dan Amazon Membuktikan sebagai pemain Dotcom Jangka Panjang

Prinsipnya membuahkan hasil, pada awal 2002 perusahaan mulai melaporkan keuntungan meskipun sangat kecil. Amazon melaporkan keuntungan tahunan pertama pada 2004 dengan jumlah $125 juta. Tampaknya, Jeff Bezos, sang pemain dotcom jangka panjang, terbukti benar. Dia membungkam semua yang meragukan dan menyerangnya, menembus rintangan dan membangun paritel online terbesar sepanjang masa.

Ada 3 hal prinsip yang selalu dipegang oleh Jeff Bezos dan Amazon dalam menjalankan Amazon. Pertama, perusahaan selalu berfokus kepada pelanggan dan memberikan pengalaman sebaik mungkin kepada mereka. Kedua, tidak seperti kasus kebanyakan dotcom, Bezos sangat terbuka tentang bagaimana perusahaan tidak akan menghasilkan uang untuk empat atau lima tahun. Dan ketiga, perusahaan tetap bertahan pada pendiriannya di tengah-tengah keterpurukan dotcom ketika yang lainnya menyerah.

Baca Juga : Bisnis Sampingan Beras Online Merk Gotong Royong PT ISC di Jakarta